01 / AWAL
Interior museum
Sebuah perjalanan melintasi waktu

Jejak yang
Tertinggal.

Sebuah museum bukan hanya tempat menyimpan benda. Ia adalah ruang tempat masa lalu kembali bercerita.

Scroll untuk memulai
01 — Awal

Sebelum kita
melangkah.

Setiap artefak menyimpan sepotong waktu. Bentuknya mungkin diam, tetapi kisah di baliknya terus bergerak—dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Galeri museum
Ruang Pamer IArsip 1957
02 / RUANG PERTAMA

Ketika benda menjadi saksi.

Di ruangan ini, kita bertemu dengan benda-benda yang pernah hidup bersama manusia. Sebuah meja, kamera tua, surat, dan berbagai objek sederhana yang ternyata menyimpan perubahan besar.

Film Arsip / 00:32Putar untuk melihat fragmen waktu
“Yang kita sebut sejarah sebenarnya adalah kumpulan jejak manusia yang menolak untuk dilupakan.”
— Catatan kurator, 1984
03 — Koleksi

Benda kecil,
cerita besar.

Gerakkan kursor, lalu biarkan setiap objek memperkenalkan dirinya.
Artefak museum
Topeng RitualKoleksi 01
Patung
Figur PenjagaKoleksi 02
Benda sejarah
Fragmen KotaKoleksi 03
Lukisan museum
Cahaya TerakhirKoleksi 04
04 — Linimasa

Waktu terus
bergerak.

1957

Awal Perjalanan

Gagasan tentang museum mulai dirancang sebagai ruang untuk merawat ingatan bersama.

Bangunan pertama berdiri di pusat kota dengan koleksi yang masih sangat terbatas.

1984

Arsip Dibuka

Koleksi berkembang dan cerita masyarakat mulai menjadi bagian penting dari pameran.

Ribuan foto, dokumen, dan artefak masuk ke dalam arsip.

2026

Bab Baru

Museum kembali membuka pintunya dengan cara yang berbeda.

Teknologi membantu pengunjung tidak hanya melihat sejarah, tetapi merasakannya.

Lorong museum
05 — Sekarang

Cerita ini
belum selesai.

Setiap pengunjung meninggalkan jejak baru. Mungkin, setelah halaman ini berakhir, cerita berikutnya adalah milikmu.